Sabtu, 02 Februari 2013

TRANSPLANTASI ORGAN



PENGERTIAN

Transplantasi organ adalah memindahkan atau mencangkokkan organ atau jaringan dari pasien ke pasien itu sendiri atau dari orang lain maupun spesis lain kepada kepada recipient dengan tujuan untuk mengganti organ atau jaringan yang rusak.




Masalah Etik dan Moral dalam Transplantasi

           Beberapa pihak yang ikut terlibat dalam usaha transplantasi adalah donor hidup,jenazah dan donor mati,keluarga dan ahli waris,resepien,dokter dan pelaksana lain dan  masyarakat. Hubungan pihak – pihak itu dengan masalah etik dan moral dalam transplantasi akan dibicarakan dalam uraian dibawah ini.

A. Donor Hidup
            Adalah orang yang memberikan jaringan / organnya kepada orang lain ( resepien ). Sebelum              memutuskan untuk menjadi donor, seseorang harus mengetahui dan mengerti resiko yang dihadapi, baik resiko di bidang medis, pembedahan, maupun resiko untuk kehidupannya lebih lanjut sebagai kekurangan jaringan / organ yang telah dipindahkan. Disamping itu, untuk menjadi donor, sesorang tidak boleh mengalami tekanan psikologis. Hubungan psikis dan omosi harus sudah dipikirkan oleh      donor hidup tersebut untuk mencegah timbulnya masalah.


B. Jenazah dan donor mati
           Adalah orang yang semasa hidupnya telah mengizinkan atau berniat dengan sungguh –         sungguh untuk memberikan jaringan / organ tubuhnya kepada yang memerlukan apabila ia telah meninggal kapan seorang donor itu dapat dikatakan meninggal secara wajar, dan apabila sebelum meninggal, donor itu sakit, sudah sejauh mana pertolongan dari dokter yang merawatnya. Semua itu untuk mencegah adanya tuduhan dari keluarga donor atau pihak lain bahwa tim pelaksana transplantasi telah melakukan upaya mempercepat kematian seseorang hanya untuk mengejar organ yang akan ditransplantasikan


c. Keluarga donor dan ahli waris
            Kesepakatan keluarga donor dan resipien sangat diperlukan untuk menciptakan saling pengertian dan menghindari konflik semaksimal mungkin atau pun tekanan psikis dan emosi di kemudian hari. Dari keluarga resepien sebenarnya hanya dituntut suatu penghargaan kepada donor dan keluarganya dengan tulus. Alangkah baiknya apabila dibuat suatu ketentuan untuk mencegah tinmulnya rasa tidak puas kedua belah pihak.

D. Resipien
            Adalah orang yang menerima jaringan / organ orang lain. Pada dasarnya, seorang penderita mempunyai hak untuk mendapatkan perawatan yang dapat memperpanjang hidup atau meringankan penderitaannya. Seorang resepien harus benar – benar mengerti semua hal yang dijelaskan oleh tim pelaksana transplantasi. Melalui tindakan transplantasi diharapkan dapat memberikan nilai yang besar bagi kehidupan resepien. Akan tetapi, ia harus menyadari bahwa hasil transplantasi terbatas dan ada kemungkinan gagal. Juga perlu didasari bahwa jika ia menerima untuk transplantasi berarti ia dalam percobaan yang sangat berguna bagi kepentingan orang banyak di masa yang akan datang.

E. Dokter dan tenaga pelaksana lain
            Untuk melakukan suatu transplantasi, tim pelaksana harus mendapat parsetujuan dari donor, resepien, maupun keluarga kedua belah pihak. Ia wajib menerangkan hal – hal yang mungkin akan terjadi setelah dilakukan transplantasi sehingga gangguan psikologis dan emosi di kemudian hari dapat dihindarkan. Tnaggung jawab tim pelaksana adalah menolong pasien dan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk umat manusia. Dengan demikian, dalam melaksanakan tugas, tim pelaksana hendaknya tidak dipengaruhi oleh pertimbangan – pertimbangan kepentingan pribadi.


F. Masyarakat
            Secara tidak sengaja masyarakat turut menentukan perkembangan transplantasi. Kerjasama tim pelaksana dengan cara cendekiawan, pemuka masyarakat, atau pemuka agama diperlukan unutk mendidik masyarakat agar lebih memahami maksud dan tujuan luhur usaha transplantasi. Dengan adanya pengertian ini kemungkinan penyediaan organ yang segera diperlikan, atas tujuan luhur, akan dapat diperoleh.






DONOR ORGAN BAGI PASIEN HIV/AIDS,
ISU ETIK YANG MUNCUL BAGAIMANA?

Isu etik yang akan muncul apabila dilakukan pendonoran terhadap pasien HIV/AIDS adalah sesuatu yang sangat dilematis bila dipandang dari berbagai sudut.

1.  Isu berdasarkan pengamalan sila kedua pancasila,HAM dan hak sebagai pasien dan lainnya

Sila kedua pancasila yang berbunyi “kemanusiaan yang adil dan beradab” yang berarti setiap manusia ingin diperlakukan adil dalam segala hal tanpa dibeda-bedakan dari yang lain baik dihadapan Tuhan yang Maha Esa maupun dihadapan makhluk lain.

Pada tahun 1948 PBB merumuskan daftar-daftar HAM dan salah satu disebutkan pada item ketiganya adalah  “hak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai pribadi”

Salah satu dari hak pasien adalah hak mendapatkan pengobatan yang layak sesuai dengan masalah penyakit yang dialaminya.

Berdasarakan azas diatas disimpulkan bahwa setiap pasien dengan penyakit (dalam hal ini HIV/AIDS)  berhak untuk mendapatkan transplantasi organ dalam keadaan dan bentuk apapun.

2.  Isu dalam masyarakat berdasarkan tradisi masyarakat dan agama

Asumsi yang berkembang dalam masyarakat adalah para pengidap HIV/AIDS adalah orang-orang yang aktif dalam sex bebas,penggunaan narkoba dan sebagainya.dan dianggap tidak layak untuk mendapatkan pengobatan dan penyakit yang diderita itu dijadikan sebagai hukuman dari perilakunya dimasa lalu.

Sedangkan dalam agama disebutkan bahwa manusia dianugrahkan untuk hidup dan masalah mengenai perilaku tidak baik seseorang ganjarannya didapatkan diakhirat dan itu hanyalah urusan Allah Yang Maha Kuasa.

3.  Isu berdasarkan manfaat dan tepat guna dari pendonoran organ

Penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang menyerang system kekebalan tubuh manusia yang secara medis masih belum dapat diobati yang lama kelamaan akan menyebabkan kematian bagi pasien itu sendiri.

Bila ditilik dari manfaat dan tepat guna dari organ yang didonorkan kepada recipient yang mengidap HIV/AIDS,transplantasi dianjurkan untuk tidak dilaksanakan.walaupun proses transplantasi dapat berhasil,tapi ujung-ujungnya pengidap HIV/AIDS tetap meninggal dalam waktu yang tidak lama karena penyakit yang diidapnya.Lebih baik organ yang ditransplantasikan diberikan kepada pasien yang secara fisik lebih mendukung untuk manfaat dan kualitas dari organ yang ditransplantasikan dalam jangka pendek dan panjang.









TERIMAKASIH


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dibawah ini .. .. . .