Jumat, 01 Februari 2013

Perawatan Luka


A.Pengertian

            Luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit ( Taylor, 1997). Luka
adalah kerusakan kontinyuitas kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain
(Kozier, 1995).

Ketika luka timbul, beberapa efek akan muncul :
1. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ
2. Respon stres simpatis
3. Perdarahan dan pembekuan darah
4. Kontaminasi bakteri
5. Kematian sel

B. Jenis-Jenis Luka

Luka sering digambarkan berdasarkan bagaimana cara mendapatkan luka itu dan
menunjukkan derajat luka (Taylor, 1997).
1.Berdasarkan tingkat kontaminasi
a.       Clean Wounds (Luka bersih),yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan, pencernaan,genital dan urinari tidak terjadi.
b.      Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi),merupakan luka pembedahan  dimana saluran respirasi, pencernaan, genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol namun kontaminasi tidak selalu terjadi.
c.       Contamined Wounds (Luka terkontaminasi),termasuk luka terbuka,luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik.
d.      Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi),yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka.

2. Berdasarkan kedalaman dan luasnya luka
a.       Stadium I
Luka Superfisial (“Non-Blanching Erithema) yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.
b.      Stadium II
Luka “Partial Thickness” yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis.Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi,blister atau lubang yang dangkal.


c.       Stadium III
Luka “Full Thickness” yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya.Lukanya sampai pada lapisan epidermis,dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot.Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya.

d.      Stadium IV
Luka “Full Thickness” yang telah mencapai lapisan otot,tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas.

3. Berdasarkan waktu penyembuhan luka
a.       Luka akut : yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati.
b.      Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan,dapat karena faktor eksogen dan endogen.

Berdasarkan ada tidaknya hubungan dengan luar :
§  Luka tertutup (vulnus occlusum).Luka tak melampaui tebal kulit.Misalnya: luka abrasi, kontusio atau memar
§  Luka tebuka. (vulnus apertum).Luka melampaui tebal kulit.Misalnya: luka robek



C. Mekanisme terjadinya luka :
1.      Luka insisi (Incised wounds),terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam.Misal yang terjadi akibat pembedahan.
2.      Luka memar (Contusion Wound),terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak,perdarahan dan bengkak.
3.      Luka lecet (Abraded Wound),terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam.
4.      Luka tusuk (Punctured Wound),terjadi akibat adanya benda,seperti peluru atau pisau yang masuk kedalam kulit dengan diameter yang kecil.
5.      Luka gores (Lacerated Wound),terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca atau oleh kawat.
6.      Luka tembus (Penetrating Wound),yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar.
7.      Luka Bakar (Combustio)



D. Fisiologi penyembuhan Luka

Tubuh yang sehat mempunyai kemampuan alami untuk melindungi dan memulihkan
dirinya.Peningkatan aliran darah ke daerah yang rusak,membersihkan sel dan benda asing
dan perkembangan awal seluler bagian dari proses penyembuhan.Proses penyembuhan terjadi secara normal tanpa bantuan,walaupun beberapa bahan perawatan dapat membantu untuk mendukung proses penyembuhan.Sebagai contoh,melindungi area yang luka bebas dari kotoran dengan menjaga kebersihan membantu untuk meningkatkan penyembuhan jaringan (Taylor, 1997).

1. Prinsip fisiologi Penyembuhan Luka
Ada beberapa prinsip dalam penyembuhan luka menurut Taylor (1997) yaitu:
a.       Kemampuan tubuh untuk menangani trauma jaringan dipengaruhi oleh luasnya kerusakan dan keadaan umum kesehatan tiap orang
b.      Respon tubuh pada luka lebih efektif jika nutrisi yang tepat tetap dijaga
c.       Respon tubuh secara sistemik pada trauma
d.      Aliran darah ke dan dari jaringan yang luka
e.       Keutuhan kulit dan mukosa membran disiapkan sebagai garis pertama untuk mempertahankan diri dari mikroorganisme
f.       Penyembuhan normal ditingkatkan ketika luka bebas dari benda asing tubuh termasuk bakteri.


1.      Fase Inflamasi

Fase inflamasi adalah adanya respon vaskuler dan seluler yang terjadi akibat perlukaan yang terjadi pada jaringan lunak.Tujuan yang hendak dicapai adalah menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka dari benda asing,sel-sel mati dan bakteri untuk mempersiapkan dimulainya proses penyembuhan.Pada awal fase ini kerusakan pembuluh darah akan menyebabkan keluarnya platelet yang berfungsi sebagai hemostasis yang diikuti dengan fagositosis.Platelet akan menutupi vaskuler yang terbuka (clot) dan juga memvasokonstriksikan pembuluh darah.Selanjutnya endotel akan menempel yang akan menutup pembuluh darah.yang diikuti dengan vasodilatasi untuk meningkatkan asupan darah yang membawa nutrisi untuk penyembuhan luka.Pada saat ini leukosit juga akan berfungsi dengan cara menelan mikroorganisme asing.

fase ini ditandai dengan eritema,hangat pada kulit,oedema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ke-3 atau hari ke-4.

2.      Fase Proliferatif

Proses terpenting pada fase ini adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka.Ditandai dengan proliferasi sel yang berlangsung dari hari ke-3 atau 4 sampai hari ke-21 setelah adanya luka.Peran fibroblast sangat diperlukan yaitu menghasilkan kolagen.Kolagen adalah substansi protein yang menambah tegangan permukaan dari luka dan meningkatkan kekuatan permukaan luka sehingga kecil kemungkinan luka terbuka.Selama waktu itu sebuah lapisan penyembuhan nampak dibawah garis irisan luka.Kapilarisasi tumbuh melintasi luka, meningkatkan aliran darah yang diperlukan memberikan oksigen dan nutrisi yang diperlukan bagi penyembuhan.Fibroblast berpindah dari pembuluh darah ke luka membawa fibrin. Seiring perkembangan kapilarisasi jaringan perlahan berwarna merah.Jaringan ini disebut granulasi jaringan yang lunak dan mudah pecah.Fase proliferasi akan berakhir jika epitel dermis dan lapisan kolagen telah terbentuk.





3.      Fase Maturasi

Fase ini dimulai pada minggu ke-3 setelah perlukaan dan berakhir sampai sembuh atau kurang lebih 12 bulan.Tujuan dari fase maturasi adalah menyempurnakan terbentuknya jaringan baru yang kuat dan bermutu.Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan granulasi, warna kemerahan dari jaringan mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut.Kekuatan dari jaringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke-10 setelah perlukaan.

Luka dikatakan sembuh jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jaringan parut mampu atau tidak mengganggu untuk melakukan aktifitas normal.Meskipun proses penyembuhan luka sama bagi setiap penderita,namun hasil yang dicapai sangat tergantung pada kondisi biologis masing-masing individu,lokasi serta luasnya luka.Penderita muda dan sehat akan mencapai proses yang cepat dibandingkan dengan kurang gizi, diserta penyakit sistemik (diabetes mielitus).




E. Faktor yang Mempengaruhi penyembuhan luka
o   Usia
o   Nutrisi
o   Infeksi
o   Sirkulasi (hipovolemia) dan Oksigenasi
o   Hematoma
o   Benda asing
o   Iskemia
o   adanya penyakit lain
o   Keadaan Luka
o   Obat


F. Komplikasi Penyembuhan Luka
1. Infeksi
3. Dehiscence dan Eviscerasi
2. Perdarahan













MERAWAT LUKA
A. Pengertian

Merawat luka untuk mencegah trauma (injury) pada kulit,membran mukosa atau
jaringan lain yang disebabkan oleh adanya trauma,fraktur,luka operasi yang dapat merusak
permukaan kulit,dsb.


B. Tujuan
1. Mencegah infeksi
2. Mencegah bertambahnya kerusakan jaringan
3. Mempercepat penyembuhan
4. Membersihkan luka dari benda asing atau debris
5. Drainase untuk memudahkan pengeluaran eksudat
6. Mencegah perdarahan
7. Memberikan rasa aman dan nyaman
8. Memberikan lingkungan fisiologis yang sesuai untuk penyembuhan luka

Prinsip perawatan luka
1. Pembersihan luka.
Setiap luka harus dibersihkan dengan air yang mengalir atau dengan menggunakan salin normal.
2. Penghentian perdarahan.
Luka yang memerlukan tindakan ini adalah luka pada urat darah baik nadi yang tandanya terlihat semprotan atau semburan darah ataupun vena yang darahnya mengalir terus.Bila dibiarkan korban akan jatuh dalam syok.Ini harus dihentikan dengan berbagai cara seperti menekan bagian yang luka,meninggikan bagian yang luka dari jantung,menekan urat darah besar yang mendarahi daerah luka,bebat di proksimal atau di bagian yang lebih dekat ke jantung.
3. Penutupan luka
Luka ditutup dengan kasa atau kain bersih tapi jangan dengan kapas.Kasa dan kain bersih mengisap air hingga kotoran luka terangkat tetapi kapas sebaliknya. Ia tidak mengisap air hingga kotoran luka bertumpuk diatas luka.
4. Pencegahan infeksi
Luka bersih yang dirawat dengan benar tidak memerlukan antibiotika kecuali suntikan tetanus pada luka dalam akibat tusukan benda tajam yang kotor atau berkarat seperti paku dan gigitan binatang termasuk manusia.

C. Indikasi perawatan luka
a.       Balutan kotor dan basah akibat eksternal
b.      Ada rembesan eksudat
c.       Ingin mengkaji keadaan luka
d.      Dengan frekuensi tertentu untuk mempercepat debridement

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan berkomentar dibawah ini .. .. . .