Sabtu, 29 September 2012

Irama Sirkadian



Gangguan tidur adalah gangguan pola tidur normal. Ada sejumlah gangguan tidur yang berkisar dari sulit tidur, mimpi buruk, tidur sambil berjalan, dan sleep apnea. Gangguan tidur bisa disebabkan oleh penyakit seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, atau gangguan saraf.

Gangguan tidur dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat baik kaya, miskin, berpendidikan tinggi dan rendah maupun orang muda, serta yang paling sering ditemukan pada usia lanjut.Pada orang normal, gangguan tidur yang berkepanjangan akan mengakibatkan perubahan-perubahan pada siklus tidur biologiknya,menurun daya tahan tubuh serta menurunkan prestasi kerja,mudah tersinggung,depresi,kurang konsentrasi, kelelahan,yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keselamatan diri sendiri atau orang lain. Menurut beberapa peneliti gangguan tidur yang berkepanjangan didapatkan 2,5 kali lebih sering mengalami kecelakaan mobil dibandingkan pada orang yang tidurnya cukup
Diperkirakan jumlah penderita akibat gangguan tidur setiap tahun semakin
lama semakin meningkat sehingga menimbulkan maslah kesehatan. Di dalam
praktek sehari-hari,kecendrungan untuk mempergunakan obat hipnotik,tanpa
menentukan lebih dahulu penyebab yang mendasari penyakitnya,sehingga
sering menimbulkan masalah yang baru akibat penggunaan obat yang tidak
adekuat.Melihat hal diatas,jelas bahwa gangguan tidur merupakan masalah
kesehatan yang akan dihadapkan pada tahun-tahun yang akan datang.




II. TIDUR FISIOLOGIS
Tidur dibagi menjadi 2 tipe yaitu:
1. Tipe Rapid Eye Movement (REM)
2. Tipe Non Rapid Eye Movement (NREM)

III. PERANAN NEUROTRANSMITER
Keadaan jaga atau bangun sangat dipengaruhi oleh sistim ARAS (Ascending
Reticulary Activity System). Bila aktifitas ARAS ini meningkat orang tersebut dalam keadaan tidur.Aktifitas ARAS menurun,orang tersebut akan dalam keadaan tidur.Aktifitas ARAS ini sangat dipengaruhi oleh aktifitas neurotransmiter seperti sistem serotoninergik,noradrenergik,kholonergik, histaminergik.
• Sistem serotonergik
Hasil serotonergik sangat dipengaruhi oleh hasil metabolisma asam amino
trypthopan. Dengan bertambahnya jumlah tryptopan, maka jumlah serotonin
yang terbentuk juga meningkat akan menyebabkan keadaan mengantuk/tidur.
Bila serotonin dari tryptopan terhambat pembentukannya, maka terjadikeadaan
tidak bisa tidur/jaga.
Menurut beberapa peneliti lokasi yang terbanyak sistem serotogenik ini terletak
pada nukleus raphe dorsalis di batang otak, yang mana terdapat hubungan
aktifitas serotonis dinukleus raphe dorsalis dengan tidur REM.

• Sistem Adrenergik
Neuron-neuron yang terbanyak mengandung norepineprin terletak di badan sel
nukleus cereleus di batang otak. Kerusakan sel neuron pada lokus cereleus
sangat mempengaruhi penurunan atau hilangnya REM tidur.
Obat-obatan yang mempengaruhi peningkatan aktifitas neuron noradrenergik
akan menyebabkan penurunan yang jelas pada tidur REM dan peningkatan
keadaan jaga.

• Sistem Kholinergik
 Sitaram et al (1976) membuktikan dengan pemberian prostigimin intra vena
dapat mempengaruhi episode tidur REM. Stimulasi jalur kholihergik ini,
mengakibatkan aktifitas gambaran EEG seperti dalam keadaan jaga. Gangguan
aktifitas kholinergik sentral yang berhubungan dengan perubahan tidur ini
terlihat pada orang depresi, sehingga terjadi pemendekan latensi tidur REM.
Pada obat antikolinergik (scopolamine) yang menghambat pengeluaran
kholinergik dari lokus sereleus maka tamapk gangguan pada fase awal dan
penurunan REM.

• Sistem histaminergik
Pengaruh histamin sangat sedikit mempengaruhi tidur

• Sistem hormon
Pengaruh hormon terhadap siklus tidur dipengaruhi oleh beberapa hormon
seperti ACTH, GH, TSH, dan LH. Hormon hormon ini masing-masing disekresi
secara teratur oleh kelenjar pituitary anterior melalui hipotalamus patway.
Sistem ini secara teratur mempengaruhi pengeluaran neurotransmiter
norepinefrin,dopamin,serotonin yang bertugas menagtur mekanisme tidur dan
bangun.



Gangguan Pola Tidur
Hampir semua orang pernah mengalami gangguan tidur selama masa
kehidupannya. Diperkirakan tiap tahun 20%-40% orang dewasa mengalami
kesukaran tidur dan 17% diantaranya mengalami masalah serius.Prevalensi gangguan tidur setiap tahun cendrung meningkat, hal ini juga sesuai dengan peningkatan usia dan berbagai penyebabnya.Kaplan dan Sadock melaporkan kurang lebih 40-50% dari populasi usia lanjut menderita gangguan tidur.
Gangguan tidur kronik (10-15%) disebabkan oleh gangguan psikiatri,
ketergantungan obat dan alkohol.Menurut data internasional of sleep disorder prevalensi penyebab-penyebab gangguan tidur adalah sebagai berikut:
Penyakit asma (61-74%),Gangguan pusat pernafasan (40-50%), kram kaki malam hari (16%), psychophysiological (15%),sindroma kaki gelisah (5-15%),
ketergantungan alkohol (10%), sindroma terlambat tidur (5-10%), depresi (65),
Demensia (5%), gangguan perubahan jadwal kerja (25%), gangguan obstruksi sesak saluran nafas (1-2%), penyakit ulkus peptikus (<1%), narcolepsy (mendadak tidur) (0,03%-0,16%)


V. KLASIFIKASI
Internasional Classification of Sleep Disorders
1. Dissomnia
• Gangguan tidur intrisik
• Gangguan tidur ekstrisik
• Gangguan tidur irama sirkadian
2. Parasomnia
3. Gangguan tidur berhubungan dengan gangguan kesehatan/psikiatri
4. Gangguan tidur yang tidak terklassifikasi
Gangguan Tidur  Irama Sirkadian

Irama sirkadian adalah siklus 24 jam dalam proses fisiologis makhluk hidup,termasuk tumbuhan,hewan atau sering disebut dengan jam biologis.Ritme sirkadian penting untuk menentukan pola tidur dan pola makan semua makhluk hidup.Ada pola yang jelas dari aktivitas gelombang otak,produksi hormon, regenerasi sel dan kegiatan biologis lainnya yang terkait dengan siklus harian.

irama sirkadian sangat peka terhadap cahaya.Pada sore hari disaat cahaya sudah mulai meredup,tubuh kita akan secara otomatis mulai mempersiapkan diri untuk tidur dengan meningkatkan hormone melatonin dalam darah.Kadarnya akan tetap tinggi sepanjang malam untuk membantu kita tetap tidur.dalam pengaturan tidur,jam biologis berdetak dan memberikan sinyal-sinyal sensasi segar dan penuh vitalitas pada jam-jam tertentu.Biasanya rangsangan sadar ini mencapai puncaknya pada pukul Sembilan pagi dan malam.Namun Irama sirkadian juga dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti:

1.     Adanya penyakit
2.     Obat-obatan
3.     Kecemasan
4.     Lingkungan
5.     Gaya hidup
6.     Kelelahan fisik
7.     Asupan kalori
8.     Usia




Proses tidur juga dipengaruhi oleh mekanisme hutang tidur.Setiap jam kita terjaga adalah hutang tidur yang akan memberikan rasa kantuk.Rasa kantuk ini akan bekerja berlawanan dengan jam biologis yang mendorong kita untuk tetap terjaga.Rangsangan sadar dan rangsangan untuk tidur saling bersaing untuk mempengaruhi kita.

Mekanisme Irama Sirkadian

          Pada saat bangun tidur ketika rangsangan sadar masih belum aktif ,tetapi kita cukup tidur maka hutang tidur menjadi nol,dan kita terjaga dengan penuh.Semakin siang hutang tidur semakin bertambah,dilain pihak rangsangan sadar semakin mencapai titik terendah.sekitar pukul satu,kantuk mulai menyerang dan rangsangan sadar mulai kehilangan pengaruhnya.Semakin sore rangsang sadar makin naik kembali,cukup untuk melawan hutang tidur yang terus bertambah.Sampai akhirnya dimalam harikira kira pukul Sembilan ,rangsang sadar mencapai titik puncak tetapi hutang tidur pun sudah cukup sehingga mengalahkan rangsang sadar dan akhirnya kantuk pun mengunjungi kita.

Gangguan Tidur Ritme Sirkadian

Gangguan tidur ritme sirkadian adalah pola persisten atau berulang gangguan tidur yang dihasilkan baik dari jadwal tidur-bangun yang berubah atau kesenjangan antara siklus alami tidur-bangun dan tuntutan terkait tidur pada seseorang. Ritme sirkadian merujuk pada pola tidur dan bangun internal seseorang yang berhubungan dengan ritme yang terjadi sepanjang periode 24-jam.

Sleep wake schedule disorders (gangguan jadwal tidur) yaitu gangguan dimana penderita tidak dapat tidur dan bangun pada waktu yang dikehendaki,walaupun jumlah tidurnya tatap.Gangguan ini sangat berhubungan dengan irama tidur sirkadian normal.Bagian-bagian yang berfungsi dalam pengaturan sirkadian antara lain temperatur badan,plasma darah, urine, fungsi ginjal dan psikologi. Dalam keadan normal fungsi irama sirkadian mengatur siklus biologi irama tidurbangun,dimana sepertiga waktu untuk tidur dan dua pertiga untuk bangun/aktivitas.Siklus irama sirkadian ini dapat mengalami gangguan,apabila irama tersebut mengalami peregseran.Menurut beberapa penelitian terjadi pergeseran irama sirkadian antara onset waktu tidur reguler dengan waktu tidur yang irreguler (bringing irama sirkadian).
Perubahan yang jelas secara organik yang mengalami gangguan irama
Sirkadian  adalah tumor pineal. Gangguan irama sirkadian dapat dikategorikan
dua bagian:
1. Sementara (acut work shift, Jet lag)
2. Menetap (shift worker)
Keduanya dapat mengganggu irama tidur sirkadian sehingga terjadi
perubahan pemendekan waktu onset tidur dan perubahan pada fase REM.

Berbagai macam gangguan tidur gangguan irama sirkadian
adalah sebagai berikut:
1. Tipe fase tidur terlambat (delayed sleep phase type) yaitu ditandai
oleh waktu tidur dan terjaga lebih lambat yang diinginkan. Gangguan ini
sering ditemukan dewasa muda, anak sekolah atau pekerja sosial. Orangorang
tersebut sering tertidur (kesulitan jatuh tidur) dan mengantuk pada
siang hari (insomnia sekunder).
2. Tipe Jet lag ialah mengantuk dan terjaga pada waktu yang tidak tepat
menurut jam setempat, hal ini terjadi setelah berpergian melewati lebih
dari satu zone waktu. Gambaran tidur menunjukkan sleep latensnya
panjang dengan tidur yang terputus-putus.
3. Tipe pergeseran kerja (shift work type). Pergeseran kerja terjadi
pada orang tg secara teratur dan cepat mengubah jadwal kerja sehingga
akan mempengaruhi jadwal tidur. Gejala ini sering timbul bersama-sama
dengan gangguan somatik seperti ulkus peptikum. Gambarannya berupa
pola irreguler atau mungkin pola tidur normal dengan onset tidur fase
REM.
4. Tipe fase terlalu cepat tidur (advanced sleep phase syndrome).
Tipe ini sangat jarang, lebih sering ditemukan pada pasien usia
lanjut,dimana onset tidur pada pukul 6-8 malam dan terbangun antara
pukul 1-3 pagi. Walaupun pasien ini merasa cukup ubtuk waktu tidurnya.
Gambaran tidur tampak normal tetapi penempatan jadwal irama tidur
sirkadian yang tdk sesuai.
5. Tipe bangun-tidur beraturan
6. Tipe tidak tidur-bangun dalam 24 jam

Kebutuhan tidur berdasarkan usia:
1.     Neonatus : bayi baru lair - 3 bulan : 16 jam perhari dengan 50% tidur REM
2.     Bayi : 3 bulan sampai 1 tahun : 8 - 10 jam per malam atau 14 jam perhari (30 % REM)
3.     Toodler : 1-2 tahun : 12 jam perhari
4.     Prasekolah sampai usia sekolah 6 tahun: rata rata 11-12 jam per, usia 11 tahun 9 - 10 jam perhari
5.     remaja dan dewasa : rata rata 6 - 8 jam perhari
6.     Lansia : total kebuth tidur tidak berubah tapi kualitas berubah karena REM yang semakin memendek 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dibawah ini .. .. . .