Sabtu, 29 September 2012

IMUNISASI DASAR


SATUAN ACUAN PENYULUHAN

Materi                       : IMUNISASI DASAR
Pokok Bahasan        : Pemberian Imunisasi Dasar Secara Umum
Sub Pokok Bahasan :
Ø  Defenisi imunisasi dasar
Ø  Tujuan imunisasi
Ø  Jenis-jenis imunisasi
Ø  Penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi
Ø  Jadwal pemberian imunisasi


Waktu/Jam               : 08.00 – 12.00
Hari/Tanggal            : Rabu,19 Oktober 2011
Sasaran                     : Mahasiswa Keperawatan STIKES-SU Semester I- A


Tujuan instruksional Umum    :
Setelah mengikuti penyuluhan pada imunisasi dasar mahasiswa mampu menerapkan dan melukukannya kepada masyarakat.

Tujuan Instruksional Khusus  :
Setelah mengikuti penyuluhan, mahasiswa dapat mengerti :
1.Memahami defenisi imunisasi dasar
2.Tujuan imunisasi
3. Jenis-jenis imunisasi
4. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
5. Jadwal pemberian imunisasi







Media     :
·         LCD
·         LAPTOP


                                 Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu :

NO
Kegiatan
Metode
Estimasi
Waktu
Reference
1.

Pendahuluan/Pembukaan
- Salam Pembuka

-Apersepsi(enanyakan hal-hal umum yang berhubungan dengan topik)

-Memberitahu materi penyuluhan dan tujuan
-Tegur sapa
-Tanya- jawab
5’

2

Penyajian/Pembukaan Materi Penyuluhan

-Pengertian Imunisasi
-Tujuan Imunisasi
-Jeni-jenis Imunisasi
-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
-Jadwal Pemberian Imunisasi
-Ceramah
-Diskusi
-Tanya-jawab
20’
·         Buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XI.
3

Penutup
-Evaluasi

-Rangkuman/Menyimpulkan

-Salam Penutup
-Tanya-jawab

-Menjelas-kan
5’









MATERI
IMUNISASI DASAR

A.    PENGERTIAN

Imunisasi diartikan pengebalan terhadap penyakit. Kalau dalam istilah kesehatan imunisasi diartikan pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. Biasanya imunisasi bisa diberikan dengan cara disuntikkan maupun diteteskan pada mulut anak balita (dibawah lima tahun.

Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antobodi. Antibodi ini berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap penyakit.keuntungan perlindungan yang diberikan oleh vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin timbul.

Imunisasi sering dapat memberikan perlindungan yang hebat. Contohnya, imunisasi dapat melindungi tubuh dari efek toksin tetanus sampai 100.000 kali.toksin tetanus dapat menimbulkan kematian bila tidak ada kekebalan.

B.   TUJUAN IMUNISASI
Program  imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat di cegah dangan imunisasi. Jenis-jenis penyakit tersebut adalah disentri, tetanus, batuk rejan(pertusis), campak(meseasles), polio dan tuberculose(TBC).
Tujuan dari pemberian imunisasi adalah sebagai berikut :
·         Untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi tertentu,
·         Apabila terjadi penyakit  tidak akan terlalu parah dan dapat mencegah gejala yang dapat menimbulkan cacat dan kematian.


C.   JENIS-JENIS IMUNISASI

Pada dasarnya ada dua jenis imunisasi yaitu :
*           Imunisasi Pasif

Imunisasi pasif adalah ” immunoglobulin”.jenis imunisasi ini dapat mencegah penyakit campak pada anak-anak.

*         Imunisasi Pasif

Imunisasi yang sering digunakan atau diberikan pada anak-anak.jenis-jenis imunisasi ini yaitu:
a.BCG,untuk mencegah penyakit TBC
b.DPT,untuk mencegah penyakit diptheri,pertusis,dan tetanus
c.Polio,untuk mencegah penyakit polio
d.Campak,untuk mencegah penyakit campak
e.Hepatitis B,untuk mencegah penyakit hepatitis B.

D. Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

a.       TBC (tuberculosis)

               TBC (tuberculosis),yaitu penyakit yang menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terbentuk bintil-bintil karena terjadi peradangan pada dinding alveolus. TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobakterium Tuberculosis. Untuk mencegah timbulnya tuberculosis (TBC) dapat dilakukan imunisasi BCG(Bacillus Calmete-guerrin).
Imunisasi BCG diberikan kepada mereka yang mempunyai resiko kontak dengan penderita TBC dan uji tuberjulin negatif,misalnya dokter, mahasiswa kedokteran, dan perawat.Uji tuberculin adalah suatu tes untuk mengetahui apakah seseorang telah memiliki zat anti terhadap penyakit TBC atau belum.
    
     b.Polio

               Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus polio pada sumsum tulang belakang. Virus ini menyerang anak-anak,menimbulkan demam,dan sakit kepala yang berakhir pada hilangnya refleks, kelumpuhan dan mengecilnya otot.Bila sudah terjadi polio tidak dapat diobati,tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi polio pada bayi.
    
b.      Campak

               Penyakit campak  adalah suatu infeksi virus yang sangat menular. Penularan infeksi terjadi  karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita  bisa menularkan infeksi dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit(kemerahan pada kulit) dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi.

     d. Hepatitis B

               Hepaitis  B disebabkan oleh infeksi hepatitis B virus (HBV).Hepatitis B dapat menular melalui darah, misalnya melalui transfusi darah.Pencegahan dapat dilakukan dengan cara vaksin hepatitis B.
    
     e. Difteri,Pertusis,Tetanus

                Difteri disebabkan bakteri yang menyerang tenggorokkan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Difteri merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya pada anak-anak. Penyakit ini mudah menular dan menyerang terutama daerah saluran pernafasan bagian atas.
Pertusis(batuk rejan) adalah penyakit infeksi bakterial yang menyerang sistem pernafasan yang  melibatkan pita suara(larinks),trakea dan bronkial. Infeksi ini menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan sehingga menyebabkan serangan batuk yang parah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang bersarang di saluran pernafasan dan sangat mudah tertular.
Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan ke kakuan pada rahang serta kejang.
Penderita difteri,pertusis dan tetanus ini bila tidak segera mendapat pertolongan yang memadai maka berakibat fatal. Imunisasi DPT dimaksudkan untuk mencegah ketiga penyakit tersebut diatas.


E. Jadwal Pemberian Imunisasi
 
  a.Imunisasi DPT

            imunisasi dasar diberikan tiga kali,pertama kali bersama dengan BCG dan polio. Kemudian berturut-turut dua kali dengan jarak masing-masing empat minggu(1 bulan). Imunisasi  ulangan dapat dilakukan 1 tahun setelah imunisasi ketiga dan pada saat usia masuk sekolah dasar(5-6 tahun). Imunisasi selanjutnya dianjurkan tiap lima tahun dengan imunisasi DT(tanpa pertusis).

b. Imunisasi Polio

            Imunisasi polio dilakukan dengan meneteskan vaksin sabin sebanyak dua tetes di mulut. Pertama kali diberikan bersama BCG dan DPT pertama pada usia dua bulan. Kemudian diulang dengan jarak empat minggu sebanyak empat kali. Imunisasi ulang dilakukan satu tahun,setelah imunisasi dasar ke empat dan saat masuk SD(6-7 tahun).

c. Hepatitis B

            Imunisasi dasar dilakukan tiga kali. Dua kali pertama untuk merangsang tubuh menghasilkan zat anti yang sudah ada. Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah untuk bayi baru lahir(0-10 bulan) dengan satu kali lagi. Setelah itu imunisasi ketiga diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan. Imunisasi hepatitis B ulangan dilakukan setiap 5 tahun sekali.


d. Campak

            Imunisasi campak dilakukan ketika bayi baru berumur sekitar sembilan bulan. Imunisasi campak hanya dilakukan satu kali dan kekebalannya bisa berlangsung seumur hidup.




e. Difteri, Portusis,dan Tetanus

            Imunisasi dasar di berikan tiga kali, pertama kali bersama dengan BCG dan Polio. Kemudian berturut-turut dua kali dengan jarak masing-masing empat minggu atau satu bulan.imunisasi ulangan dapat dilakukan  satu tahun setelah imunisasi ketiga dan pada saat usia masuk sekolah dasar(5-6 tahun).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dibawah ini .. .. . .