Rabu, 09 Mei 2012

Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit Bag 1


Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting.Dilihat dari kegunaannya cairan dan elektrolit merupakan nutrisi dan untuk segala aktifitas dalam system tubuh.sumber dalam tubuh berasal dari dalam tubuh itu sendiri,seperti glikogen yang  dan sumber lain yang terdapat dalam hati ataupun protein dan lemak yang terdapat dalam jaringan dan sumber lain yang berasal dari dalam tubuh seperti yang sehari-hari dikonsumsi oleh manusia.Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak akan sangat berguna dalam proses pertumbuhan kembang anak.

Pemenuhan kebutuhan cairan serta nutrisi klien sangat penting dalam memperbaiki dan mempertahankan tingkat kesehatan klien secara keseluruhan.pemenuhan kebutuhan nutrisi pada orang sakit yang tidak mampu secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa macam,antara lain:
1.     Pemberian nutrisi oral
2.     Pemberian nutrisi melalui enteral: (NGT:Naso Gatrik Tube)
3.     Pemberian nutrisi melalui parenteral: (infuse/IVFD :Intra Vena Fluid Dreep)
4.     Pemberian tranfusi darah


A.Pemberian Nutrisi Melalui Oral

Tindakan ini merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan personal secara mandiri.

Tujuan : Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
Persiapan alat :
Ø Piring                          
Ø Sendok
Ø Garpu
Ø Gelas
Ø Serbet
Ø Mangkok
Ø Pengalas
Ø Makanan dengan porsi dn menu sesuai dengan program






Prosedur pelaksanaan :
Ø Berikan penjelasan kepada pasien
Ø Cuci tangan
Ø Atur posisi pasien dengan duduk/setengah duduk sesuai dengan kenyamanan pasien
Ø Pasang pengalas
Ø Anjurkan pasien berdoa sebelum makan
Ø Bila selesai makan,bersihkan mulut pasien dan anjurkan duduk sebentar
Ø Catat tindakan dan hasil tindakan terhadap pasien
Ø Cuci tangan


B.Pemberian Nutrisi melalui NGT (Naso Gatrik Tube)

Pemberian  NGT dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi peroral,adanya gangguan fungsi menelan.Tindakan memberikan nutrisi melalui NGT dapat dilakukan dengan pemasangan selang NGT terlebih dahulu baru dilakukan pemberian nutrisi.

Tujuan umum pemberian NGT :
Ø Mengeluarkan cairan dan udara dari Gastro Intestinal Traktus (GIT)
Ø Mencegah mual dan muntah
Ø Menentukan jumlah tekanan dan aktivitas motoris GIT
Ø Mengatasi obstruksi mekanis dan perdarahan saluran cerna bagian atas (cool spooling)
Ø Mengambil specimen cairan untuk pemeriksaan laboratorium


Tujuan khusus : Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
Persiapan alat :
*Selang NGT : (karet/plastic ukuran 12-18 F-Levin)
*Jelly/pelumas/Vaselin
*Handuk,tisu
*Nierbeken
*Baskom berisi air,bila tidak ada stetoskop
*Senter (Pen-light)
*segelas air dan sedotan
*Plester dan gunting
*Spuit 20 cc
*corong dan klem
*Makanan/diet dalam bentuk cair,serta obat obatan
Prosedur pelaksanaan :
Ø Cuci tangan
Ø Jalaskan prosedur dan tujuan pemasangan NGT pada klien ( terangkan bahwa bernafas dengan mulut dan menelan akan sangat membantu dalam pemasangan selang NGT)
Ø Membantu klien dalam posisi semi fowler tinggi dengan meletakkan bantal dibelakang kepala dan bahu,atau posisi duduk
Ø Bersama dengan klien menentukan kode yang akan digunakan,misalanya mengangkat telunjuk untuk mengatakan tunggu sejenak karena rasa tidak enak
Ø Memasang handuk di dada klien,meletakkan tisu dan nierbeken dalam jangkauan klien
Ø Berdiri disebelah tidur klien
Ø Menganjurkan klien untuk rileks dan bernafas normal dan menutup hidung,kemudian mengulang dengan menutup hidung sebelahnya.Memilih lubang hidung yang lebih besar dialiri udaranya.
Ø Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan tepat
Pengukuran panjang NGT:
1.     Metode tradisional : ukur jarak dari puncak hidung ke daun telinga bawah dan ke prosesus xifoideus disternum
2.     Metode Hanson      : pertama tandai 50 cm pada selang,kemudian lakukan pengukuran tradisional,selang dimasukkan ditengan ditengah antara 50 cm dan tanda tradisional.
Ø Mencuci tangan
Ø Memasang sarung tangan
Ø Memberi pelumas pada selangsepanjang 10-20 cm
Ø Mengingatkan klien bahwa selang akan dimasukkan,masukkan NGT yang terlebih dahulu pangkalnya telah di klem dengan cermat melalui hidung sampai kebelakang tenggorokan
Ø Menekuk kepala pasien kedada  setelah NGT melewati nasofaring,memberi klien untuk rileks sejenak.
Ø Menganjurkan klien untuk menelan dengan memberi air atau es batu (bila mungkin;mendorong selang dengan memutarnya pelan-pelan ketika klien menelan)
Ø Menekankan perlunya bernafas dengan mulut dan menelan selama proses berlangsung
Ø Mendorong selang setiap klien menelan sampai NGT masuk sepanjang yang diinginkan.Tidak memaksa selang untuk masuk bila ada hambatan ,klien tercekik atau sianosis.Menghentikan mendorongselang,menarik selang kembali,memeriksa posisi selang dibelakang tenggorok dengan menggunakan penekanan lidah
Ø Periksa letak selang NGT
Pemeriksaan letak selang NGT,antara lain :
§  Memasang spuit pada ujung NGT,memasang stetoskop diatas perut bagian kiri atas klien,dibawah batas kosta,suntikan 5 cc udara ketika mengauskultasi abdomen.
§  Mengaspirasi denngan perlahan untuk mendapatkan isi lambung
§  Bila selang tidak di lambung masukkan lagi 2,5-5 cc dan periksa lagi letak selang.
§  Letakkan ujung selang NGT di baskom berisi air,bila ada gelembung udara berarti selang masuk di saluran repiratorius.
Ø Fiksasi selang dengan plester dan hindari penekanan pada hidung
Ø Lakukan tindakan pemberian makanan dengan cara pasang corong/spuit papda pangkal selang NGT
Ø Buka klem penutup
Ø Masukkan air matang kurang lebih 15 cc pada awal dengan dituangkan lewat pinggirnya
Ø Berikan makanan yang tersedia dalam bentuk cair,kemudian bila ada obat-obatan dan bilas dengan air,lalu klem selang NGT.
Ø Catat hasil dan respon pasien selama pemberian makanan
Ø Bersihkan alat-alat dan rapikan pasien
Ø Cuci tangan setelah prosedur dilaksanakan.

Perhatian :
ü Pada saat memasukkan selang NGT bila ada hambatan jangan didorong dengan paksa.
ü Pada saat memasukkan selang NGT perhatikan keadaan umum penderita
ü Pastikan selang NGT tidak masuk kedalam saluran pernfasan
ü Jika terjadi sianosis,NGT harus segera dicabut
ü Masukkan makanan dengan cermat dan jangan terlalu cepat
ü Usahakan makanan yang ada di corong masih tersisia kemudian tuangkan lagi,demikian seterusnya untuk mencegah udara masuk kedalam selang NGT
ü Jika pada pasien yang mengalami gangguan psikis,tangan harus diikat untuk mencegah NGT tercabut
ü Lakukan prawatan mulut sesering mungkin selama NGT terpasang
ü Berikan krim/gliserin pada bibir untuk mempertahankan kelembaban.

*Melepaskan selang NGT

Selang NGT yang terpasang terlalu lama dapat menimbulkan erosi hidung,sinusitis,esofagitis dan ulserasi lambung.Karena itu,berdasarkan pertimbangan pencegahan komplikasi serta kondisi pasien yang memungkinkan,selang NGT perlu dilepas tepat sesuai dengan pemulihan fungsi saluran pencernaan.


Persiapan alat :
*spuit 10 cc
*Handuk
*Salin normal

Prosedur Pelaksanaan :
1.     Mencuci tangan
2.     Menjelaskan prosedur dan pelepasan NGT
3.     Pasang handuk di atas dada pasien
4.     Memutar selang,masukkan 10 cc salin normal dan memasang klem pada selang
5.     Memberitahukan klien untuk menarik nafas dalam dan menghembuskan nafas dengan perlahan
6.     Cabut selang dengan perlahan dan bungkus selang dengan handuk
7.     Memberi klien alat untuk perawatan mulut dan pelumas untuk hidung yang kering
8.     Merapikan peralatan dank lien
9.     Mencatat waktu pelepasan dan reaksi klien
10.                        Mengobservasi tanda dan gejala gangguan saluran pencernaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dibawah ini .. .. . .