Rabu, 09 Mei 2012

Manfaat Protein Dan Kerugiannya


PROTEIN

Istilah protein bersal dari kata yunani proteos yang berarti utama atau yang didahulukan.Kata ini diperkenalkan oleh ahli kimia Belanda “Gerardu Mudes” (1802-1880) karena ia berpendapat bahwa protein adalah zat yang penting dalam setiap organisme.

Prtotein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubug sesudah air.Seperlima bagian tubuh adalah protein,setengahnya ada dalam otot,seperlima ada dalam tulang dan tulang rawan,sepersepuluh ada dalam kulit dan selebihnya ada dalam jaringan lain dan cairan tubuh.Semua enzim,berbagai hormone,pengangkut zat gizi dan darah,matrikz intra seluler dan sebagainya adalah protein.Disamping ituasam amino yang membentuk protein bertindak sebagai precursor sebagian besar koenzim,hormone,asam nukleat dan molekul-molekul yang esensial untuk kehidupan.

Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh.Protein merupakan kelompok makanan yang mengandung nitrogen berguna untuk pertumbuhan,perbaikan dan pertumbuhan baru.

Protein dibangun atas kombinasi asam amino dan dalam proses pencernaan setiap protein dipecah oleh enzim-enzim dalam berbagai asam amino kebutuhan protein.Protein dapat dibutuhkan dalam susunan makanan normal setiap hari protein.Protein adalah molekul macro yang mempunyai berat molekul antara lima ribu hingga beberapa juta.Protein terdiri atas rantaian panjang asam amino,yang terikat satu sama lain dalam peptide.


KOMPOSISI DAN KLASIFIKASI

Asam amino terdiri atas unsur-unsur karbon,hydrogen,oksigen dan nitrogen.Beberapa asam amino disamping itu mengandung unsure-unsur fosfor,besi,iodium dan kobalt.Unsur nitrogen adalah utama protein,karena terdapat didalam semua protein akan tetapi tidak terdapat di dalam karbohidrat dan lemak.Unsur nitrogen merupakan 16% dari berat protein.

Molekul protein lebih kompleks daripada karbohidrat dan lemak dalam hal berat molekul dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya berat molekul protein bias mencapai 40 juta,bandingkan dengan berat molekul glukosa yang besarnya 180,jenis protein sangat banyak mungkin sampai 1010-1012 ini dapat dibayangkan bila diketahui bahwa protein terdiri atas sekian kombinasi berbagai jenis dan jumlah asam amino.Ada 20 jenis asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas 9 asam amino esensial (asam amino yang tidak dapat dibuat didalam tubuh harus didatangkan dari makanan) dan 9 asam amino non essensial.


SINTESIS PROTEIN

Tumbuh-tumbuhan dan hewan dapat mensintesis protein yaitu tumbuhan-tumbuhan dari nitrogen yang disediakan ditanah sedangkan hewan dari asam amino yang diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.Hewan dapat mensisntesis beberapa macam asam amino dari nitrogen yang berasal dari makanan.Metabolisme pada hewan,ekskresi dan kematian akhirnya mengembalikan nitrogen ke tanah secara berkelanjutan berupa siklus nitrogen.
Sintesis protein meliputi pembentukan rantai panjang asam amino yang dinamakan rantai peptide.Ikatan kimia yang mengaitkan dua asam amino lain dinamakan ikatan peptide.Ikatan ini terjadi karena satu hydrogen (H) dari gugus amino suatu asam amino bersatu dengan hidrosil (OH) dari gugus karbosil asam amino lain.Proses ini menghasilkan satu molekul air sedangkan CO dan NH yang tersisa akan membentuk ikatan peptide.Sebaliknya,ikatan peptide dapat dipecah menjadi olahan asam amino atau emzim pencernaan dengan penambahan satu molekul air.Prose ini dinamakan hidrolisis.

Bila 2 asam amino saling terkait dalam bentuk ikatan peptide dinamakan dipeptide.Bila 3 asam amino disebut tripeptide dan lebih banyak lagi disebut polypeptide.Suatu molekul protein terdiri atas satu atau lebih rantai polypeptide,tiap polypeptide terdiri atas kurang lebih 20 hingga beberapa ratus asam amino.

Karakteristik suatu protein ditentukan oleh jenis asam amino yang membentuknya,berapakali munculnya dan urutannya dalam ikatan protein tersebut.Karena tiap asam amino dapat digunakan beberapa kali saja dengan urutan yang berbeda dapat dibayangkan berapa banyak jenis protein dapat dibentuk.Urutan-urutan asam amino menentukan struktur primer protein tersebut.Struktur sekunder ditentukan oleh bentuk rantaian asam amino,lurus,lipatan atau gulungan yang mempengaruhi sifat dan kemungkinan jumlah protein yang dapat dibentuk.Struktur tersier ditentukan oleh tamabhan antara gugus R pada asam amino yang memberi bentuk 3 dimensi sehingga membentuk struktur tampak dan padat suatu protein.

Ketiga tingkat struktur inilah yang memberikan bentuk khas kepada suatu molekul protein yang menentukan sifat dan fungsi khasnya.Fariasi protin yang memungkinkan oleh jenis,susunan asam amino dan bentuk strukturnya ini menghasilkan jutaan jenis protein dengan berbagai karakteristik dan fungsi,insulin merupakan protein kecil yang terdiri atas 51 asam amino yang tersusun dalam 2 rantai polipeptida pendek.Kedua rantaian ini dihubungkan satu sama lain oleh dua jembatan.Jembatan ketiga terbentang didalam salah satu rantai.

Struktur protein pada umumnya labil,sehingga dalam larutan mudah berubah bila mengalami perubahan PH,radiasi,cahaya,suhu tinggi.Protein yang berubah ini dinamakan protein denaturasi yang mempunyai sifat-sifat fisik folali yang berbeda dengan protein semula.Suatu contoh adalah protein telur yang dimasak dalam bentuk mentah protin telur merupakan cairan transparan,setelah dimasak berubah menjadi bentuk padat buram akibat koagulasi karena dipanaskan.Protein yang telah mengalami denaturasi lebih mudah dicernakan.Protein tubuh yang mengalami denaturasi tidak dapat melakukan fungsinya semula.


KLASIFIKASI PROTEIN
Protein terbagi dalam 3 bentuk yaitu :
1.      Protein bentuk serabut (fibrous)

Protein bentuk serabut terdiri atas beberapa rantai peptide berbentuk spiral yang terjadi satu samalain sehngga menyerupai batang yang kaku.Karakteristik protein bentuk serabut adalah rendahnya daya larut,mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi dan tahan terhadap enzim pencernaan.Protein ini terdapat dalam unsure-unsur struktur tubuh.

Kolagen merupakan protein utama jaringan ikat.Protein tidak larut air.Mudah berubah menjadi gelatin bila direbus dalam air,asam encer atau alkali.Kolagen tidak mengandung triptofan tapi banyak mengandung hidrosiprolin dan hidroksilisin.Sebanyak 30% protein total manusia adalah polagen.
Elastin terdapat dalam urat,otot arteri (pembuluh darah) dan jaringan elastis lain,Elastin tidak dapat berubah menjadi gelatin.
Keratin adal protein rambut dan kuku.Protein ini mengandung banyak sulfur dalam bentuk sistein.Rambut manusia mengandung 14% sistein.
Myosin merupakan protein utama serat otot.

2.      Protein globular

Protein globular berbentuk bola,terdapat dalam cairan jaringan tubuh.Protein larut dalam larutan garam dan asam encer mudah berubah dibawah pengaruh suhu,konesntrasi garam serta mudah mengalami denaturasi.

Albumin terdapat dalam telur,susu,plasma dan hemoglobin.Albumin larut dalam air dan mengalami koagulasi bila dipanaskan.

Globulin terdapat dalam otot,serum,kuning telur dan biji tumbuh-tumbuhan.Globulin tidak larut dalam air tetapi larut dalam larutan garam encer dan garam dapur serta mengendap larutan garam konsentrasi tinggi globulin mengalami koagulasi bila dipanaskan.

Histon terdapat dalam jaringan-jaringan kelenjar tertentu seperti timus dan pancreas,histon didalam sel terikat dengan asam nukleat.

Protomin dihubungkan dengan asam nukleat.

3.      Protein konjugasi

Protein konjugasi adalah protein sederhana yang terikat dengan bahan-bahan non asamamino ini dinamakan gugus prostetik.

Nukleonprotein adalah kombinasi protein dengan asam nukleat dan mengandung 9-10% fosfat.Hidrolisis asam nukleat menghasilkan purin,piriwidin,gula (ribose atau deoksibosa) dan asam fosfat.Nukleoprotein terdapat dalam inti sel dan merupakan bagian penting DNA dan RNA (pembawa gen).Nukleoprotein adalah kombinasi protein dengan karbohidrat dalam jumlah besar.Karbohidrat ini merupakan polisakarida kompleks yang mengandung N-asetil heksoamino dan asam uronat atau gula lain.Nukleoprotein yang dapat larut dalam air,tidak mudah didenaturasi oleh panas.

Lipoprotein adalah protein larut air yang berkonjugasi dengan lipida,seperti lesitin dan kolesterol.Lipoprotein terdapat dalam plasma dan berfungsi sebagai pengangkut lipida dalam tubuh.

Fosfoprotein adalah protein yang terikat melalui ikatan ester dengan asam fosfat seperti pada kasein dalam susu.

Metaloprotein adalah protein yang terikat dengan mineral,seperti feritin dan hemosiderin dimana mineralnya adalah zat besi,tembaga dan seng
Bentuk protein lain adalah hemoprotein dan flavoprotein.
INFORMASI GENETIKA

Setiap makhluk hidup berbeda dalam bentuk protein yang membentuknya,begitupun tumbuh setiap orang.Perbedaan ini terletak pada susunan dan urutan-urutan asam amino yang membentuknya.Petunjuk pembuatan tiap jenis protein dalam tubuh seseorang dilakukan melalui informasi genetic yang diterima seseorang pada tahap pembuahan.Informasi ini disimpan dalam DNA (deoxyribonucleic acid) yang berada dalam inti tiap sel.Spesifikasi suatu protein,jenis dan urutan-urutan asam amino yang membentuknya kemudian di sampaikan oleh pesuruh RNA (ribonucleic acid) kepada mesin pembuat protein yang terdiri atas DNA dan suatu protein dalam sel.Asam amino yang dibutuhkan kemudian dibawa oleh RNA lain yang dinamakan alat angkut RNA ketempat yang membutuhkan.

Urutan-urutan khusus asam amino tiap protein menentukan konfigurasi khususnya yang menentukan fungsi khusus protein tersebut.Bila terjadi kesalahan genetic dlam pembentukan protein ini,akan terjadi kelainan protein tubuh yang tidak dapat diperbaiki.Untuk membuat protein tertentu suatu sel harus memiliki semua jenis asam amino pada waktu yang sama  dalam jumlah yang dibutuhkan.Bila kurang dalam asam amino non-esensial,tubuh dapat segera membuatnya,asalkan tersedia cukup asam amino lain sebagai pemasak.Nitrogen yang dibutuhkan bila asam amino esensial yang kurang,tubuh tidak dapat melanjutkan pembuatan protein yang dibutuhkan atau asam amino esensial yang dibutuhkan diambil dari hasil pencernaan protein lain dalam tubuh.


MUTU PROTEIN

Mutu protein ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang dikandungnya.Protein kompleks atau protein dengan nilai biologi tinggi atau bermutu tinggi adalah protein yang mengandung semua asam amino esensial dala proporsi yang sesuai untuk keperluan pertumbuhan.Semua protein hewani,kecuali gelatin merupakan protein kompleks.Gelatin kurang  dalam asam amino triptofan.

Protein tidak kompleks atau protein bermutu rendah adalaj protein yang tidak mengandung atau tidak mengandung dalam jumlah kurang satu atau lebih asam amino esensial.Sebagian besar protein nabati kecuali kacang kedelai dan kacaang-kacangan lain merupkan protein tidak komplet.

Beberapa jumlah protein mengandung semua asam amino esnsial,namun masing-masing dalam jumlah terbatas cukup untuk perbaikan jaringan tubuh akan tetapi tidak cukup untuk pertumbuhan.Asam amino yang terdapat dalam jumlah terbatas untuk memungkinkan pertumbuhan dinamakan asam amino pembatas atau limiting amino acid.Metioni merupakan asam amino pembatas,kacang-kacangan lisin dari beras dan triptofan dari jagung.Bila terdapat secara bersamaan dalam makanan sehari-hari,beberapa macam asam amino protein dapat sehingga mengisi dalam asam amino esensial.Dua jenis protein yang terbatas dalam asam amino yang berbeda,bila dimakan secara bersamaan didalam tubuh dapat menjadi susunan protein komplet.Misalnya bila nasi yang terbatas dalam lisin dicampur dengan tempe yang terbatas dalam metionin,didapatkan campuran yang memungkinkan pertumbuhan.Penambahan sedikit susu yang mengandung semua jenis asam amino esensial kedalam bubur beras akan memberikan cukup lisin kepada bubur tersebut untuk memungkinkan pertumbuhan.Hal ini perlu diperhatikan dalam penyusunan menu seimbang,misalnya untuk diet vegetaris atau dalam ekonomi terbatas.Campuran dua jenis protein nabati atau penambahan sedikit protein hewani ke protein nabati akan menghasilkan protein bermutu tinggi dengan harga relative rendah.Dalam keadaan tercampur,asam amino yang berasal dari berbagai jenis protein dapt saling mengisi untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan.


FUNGSI PROTEIN
A.    Pertumbuhan dan pemeliharaan

Sebelum sel-sel dapat mensintesis protein baru,harus tersedi semua asam amino esensial yang diperlukan dan cukup nitrogen atau ikatan amino (NH2) guna pembentukan.Asam amino non esensial yang dibutuhkan pertumbuhan atau penambahan otot hanya mungkin bila tersedia cukup campuran asam amino yang sesuai termasuk untuk pemeliharaan dan perbaikan.Berbagai jenis jaringan tubuhmembutuhkan asam amino tertentu dalam jumlah yang besar.Rambut,kulit dan kuku membutuhkan lebih banyak asam amino yang mengandung sulfur.Protein kolagen merupakanprotein utama otot urat-urat dan jaringan ikat.Febril dan myosin adalah protein yang terdapat dalam otot.

Protein tubuh berada dalam keadaan dinamis,yang secara bergantian dipecah dan disintiesis kembali.Tiap hari sebanyak 3% jumlah protein total berada dalam keadaan berubah.Dinding usus yang setiap 4-6 hari harus diganti,membutuhkan sintesis 70 gr protein tiap hari.Tubuh sangat efisien dalam memelihara protein yang ada dan menggunakan kembali asam amino yang diperoleh dari pemecahan jaringan untuk membangun kembali jaringan yang sama atau jairngan lain.

B.     Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh

Hormone-hormon seperti tiroid,insulin dan epinefrin adalah protein demikian pula berbagai enzim.Ikatan-ikatan ini bertindak sebagai kataliator untuk membantu perubahan-perubahan biokimia yang terjadi dalam tubuh.

Hemoglobin,pigmen darah yang berwarna merah dan berfungsi sebagai pengangkut o2 dan CO2 adalah ikatan protein.Begitu pula bahan-bahan lain yang berperan dalam pengumpulan darah.Protein adalah fotoreseptor pada mata.

Asam amino triptofan berfungsi sebagai precursor vitamin myosin dan pengantar saraf seretomin yang berperan dalam membawa pesan dari sel saraf yang satu ke yang lain

Dal hal kekurangan protein,tampaknya tubuh memprioritaskan pembentukan ikatan-ikatan tubuh yang vital ini.


C.     Mengatur keseimbangan cairan

Cairan tubuh terdapat dalam 3 komponen :
a.       Intra seluler (didalam sel)
b.      Ekstraseluler atau inteseluler (didalam sel)
c.       Intravaskkuler (didalam pembuluh darah)

Kompartemen-kompartemen ini dipisahkan satu sama lain oleh membrane sel.Distribusi cairan didalam kompartemen-kompartemen ini harus dijaga dalam keadaan seimbang atau hoimeostatis.Keseimbangan ini diperoleh melalui system kompleks yang melibatkan protein dan elektrollit.Penumpukan didalam jaringan dinamakan edeme dan merupakan tanda awal kekurangan protein.


D.    Pemelihara netralitas tubuh

Protein tubuh bertindak sebagai buffer,yaitu bereaksi dengan asam dan basa untuk menjaga PH pada taraf konstan.Sebagian besar jaringan tubuh berfungsi dalam keadaan PH netral atau sedikit alkali (PH  7,35-7,45)

E.     Pembentukan antibody

Kemampuan tubuh untuk mempengaruhi infeksi bergantung pada kemampuannya untuk memproduksi antibody terhadap organisme yang menyebabkan infeksi tertentu atau terhadap bahan-bahan asing yang memasuki tubuh.Tingginya tingkat kematian pada anak-anak yang memderita gizi buruk kebanyakan disebabkan oleh menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi karena ketidakmampuannya membentuk anti bodi dalam jumlah yang cukup.

Kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi terhadap bahan-bahan racun dikontrol oleh enzim-enzim terutama yang terdapat didalam hati.Dalam keadaan kekurangan protein kemampuan tubuh untuk menghalangi pengruh toksin bahan-bahan racun ini berkurang.Seseorang yang menderita kekurangan protein lebih rentang terhadap bahan-bahan racun dan obat-obatan.


F.      Mengangkut zat-zat gizi

Protein esensial memegang peranan dalam pengangkutan zat-zat gizi dari saluran cerna melalui dinding saluran cerna kedalam darah,dari darah kejaringan-jaringan dam melalui membrane sel kedalam sel-sel.Sebagian besar bahan yang mengangkut zat-zat gizi ini adalah protein.Alat angkut protein ini dapat bertindak secara khusus,misalnya protein pengikat retinol hanya yang hanya mengangkut vitamin A atau dapat mengangkut beberapa jenis zat gizi seperti mangan dan besi yaitu transfin,atau pengangkut lipida dan bahan jenis lipida yaitu lipoprotein.Kekurangan protein menyebabkan gangguan pada absorbsi dan transportasi zat-zat gizi.


G.    Sumber energi

Sebagi sumber energi protein ekivalen dengna karbohidrat karena menghasilkan 4 kkal/gr protein.Namun,protein sebagai sumber energi relative lebih mahal baik dalam harga maupun dalam jumlah energi yang dibutuhkan untuk metabolisme energi.

SUMBER PROTEIN

Jenis protein terdiri dari :
Ø  Protein kelas A,semua protein hewani :
·         Myosin dalam daging ikan
·         Albumin dalam putih telur,dari susu dan darah dalam daging
·         Karsinogen terdapat dalam susu bila dibekukan dan dalam keju
·         Globulin sejenis globulin darah
·         Vetelin zat mirip globulin terdapat dalam kuning telur

Ø  Protein kelas B,protein nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan
·         Glutein protein dari gandum dan sejenisnya
·         Ligumen sejenis kacang-kacangan (buncis,kacang polong dan kedelai)


Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik dalam jumlah maupun mutu,seperti telur,susu,daging,unggas,ikan,kerang.Sumber protein nabati adalah kacang kedelai dan hasilnya seperti temped an tahu serta kacang-kacangan lain.Kacang kedelai merupakan sumber protein nabati  yang mempunyai mutu atau nilai biologi yang tertinggi.Seperti telah dijelaskan semula protein kacang-kacangan terbatas dalam asam amino metionin.

Padi-padian dan hasilnya relatife rendah dalam protein,tetapi karena dimakan dalam jumlah yang banyak memberi sumbangan besar terhadap konsumsi protein sehari.Seperti telah dijelaskan terdahulu protein padi-padian tidak komplit dengan asam amino pembatas lisin.

Bahan makanan hewan kaya dalam protein bermutu tinggi,tetapi hanya merupakan 18,4% konsumsi protein rata-rata penduduk Indonesia.Bahan makanan nabati yang kaya dalam protein adalah kacang-kacangan,kontribusinya rata-rata terhadap konsumsi protein hanya 9,9 %.Sayur dan buah rendah dalam protein,kontribusi rata-rata terhadap konsumsi protein adalah 5,3%.gula,sirup,lemak dan minyak murni tidak mengandung protein.

Dalam merencanakan diet,disamping memperhatikan jumlah protein perlu diperhatikan pula mutunya.Protein hewani pada umumnya mempunyai susunan asam amino yang paling sesuai untuk kebutuhan manusia,akan tetapi harganya relatife mahal untuk menjamin mutu protein adalah makanan sehari-hari.dianjurkan sepertiga bagian protein yang dibutuhkan berasal dari protein hewani.

Catatan biro pusat statistic pada tahun 1999 menunjukkan secara nasional konsumsi protein sehari-hari rata-rata standar kecukupan protein sehari (45gr).Kandungan protein beberapa bahan makanan dpat dilihat pada table sebagai berikut.


Table nilai protein berbagi bahan makanan (gram/100gram)
Bahan makanan
Nilai protein
Bahan makanan
Nilai protein
Kacang kedelai
34,9
Keju
22,8
kacang merah
29,1
Kerupuk udang
17,2
Kacang tanah terkelupas
25,3
Jagung kuning,pipil
9,2
Kacang hijau
22,2
Roti putih
8,0
Biji jambu monyet (mete)
21,2
Mie kering
7,9
Tempe kacang kedelai murni
18,3
Beras setengah giling
7,6
Tahu
7,8
Kentang
2,0
Daging sapi
18,8
Gaplek
1,5
Ayam
18,2
Singkong
1,2
Telur bebek
13,1
Daun singkong
6,8
Telur ayam
12,0
Bayam
3,5
Udang segar
21,0
Kangkung
3,0
Ikan segar
16,0
Wortel
1,2
Tepung susu krim
35,6
Tomat masak
1,0
Tepung susu
24,6
Mangga harum manis
0,4



PENCERNAAN,ABSORBSI,TRANSPORTASI,SEKRESI,DAN METABOLISME

A.    PENCERNAAN

Sebagian besar protein dicernakan menjadi asam amino selebihnya menjadi tripeptida dan dipeptida.

·   Lambung

Pencernaan atau sidrolisis protein dimulai dari dalam lambung.Asam klorida lambung membuka gulungan protein (proses denaturasi) sehingga enzim pencernaan dapat mencegah ikatan peptide.Asam klorida mengubah enzim pepsinogen tidak aktif yang dikelurkan oleh mukosa lambung menjadi bentuk aktif pepsin.Karena makanan hanya sebentar tinggal didalam lambung,pencernaan terjadi hanya hingga dibentuknya campuran polipeptida,proteoso dan peptone.

·   Usus halus

Pencernaan protein dilanjutkan didalam usus halus oleh enzim protease.Pangkreas mengeluarkan cairan yang bersifat sedikit basah dan mengandung berbagai precursor protease seperti tripsinogen,kimotripsinogen,prokarboksi peptidase dan proelastase.Enzim-enzim ini menghindrolisis ikatan peptide tertentu.Sentuhan kimus terhadap mmukosa usus halus merangsang dikeluarannya enzim enterokinase yang mengubah tripsinogen tidak aktif yang berasal dari pangkreas menjadi tripsin aktif.Perubahan ini juga dilakukan oleh tripsin sendiri  secara otokalitik.Disamping itu juga dapat mengaktifkan enzim-enzim proteolitik lain yang berasal dari pengkreas.Kimotripsinogen diubah menjadi beberpa jenis kimotripsin aktif,prokarboksipeptidase dan proeslastase diubah menjadi karbosipeptidase dan elastase aktif.Enzim-enzim pangkreaas ini memecah protein dari polipeptida menjadi peptide lebih pendek yaitu tripeptida,dipeptida dan sebagian menjadi asam amino.Mukosa usus halus yang mengeluarkan enzim-enzim protesa yang menghidrolisis ikatan peptide.Sebagian besar enzim mukosa usus halus ini bekerja didalam sel.

Hidrolisis produk-produk lebih kecil hasil pencernaan protein dpat terjadi setelah memasuki sel-sel mukosa atau pada saat diangkat melalui dinding epitel.Mukosa usus halusmengeluarkan enzim aimno peptidase yang memecah polipeptida menjadi asam amino bebas enzim ini membutuhkan mineral Mn++ dan Mg++.Untuk pekerjaannya mukosa usus halus juga mengandung enzim dipeptidase yang memecah dipeptida tertentu dan membutuhkan mineral Co++ atau Ma++ untuk pekerjaannya.

Enzim-enzim proleotik yang ada dalam lambung dan usus halus pada akhirnya dapat mencernakan sebagian besar protein makanan menjadi asam amino bebas.Tripsin dan kimotripsin dapat lebih cepat dan sempurna bekerja bila dudahului oleh tindakan pepsin.Tetapi kedua jenis enzim ini tanpa didahului oleh pepsin dapat juga membebaskan asam amino dari protein.

B.     ABSORBSI DAN TRANSPORTASI

Hasil akhir pencernaan protein terutama berupa alah makan absorbsisam amino dan ini sering diabsorbsi dala waktu 15 menit.Setelah makan absorbsi terutama terjadi dalam usus halus berupa 4 sistem absorbsi aktif yang membutuhkan energi yaitu masing-masing untuk asam amino netral,asam amino dan basa,serta untuk prolin hidroksipolin.Absorbsi ini menggunakan mekanisme transpornatium seperti halnya absorbsi glukosa.Asam amino yang diabsorbsi memasuki sirkulasi darah melalui vena porta dan dibawa ka hati.Sebagian asam amino digunakan oleh hati dan sebagian lagi melalui sirkulasi darah dibawa ke sel-sel jaringan.Kadang-kadang protein yang belum dicerna dapat memasuki mukosa usus halus dan muncul dalam darah.Hal ini sering terjadi pada protein susu dan protein telur yang dapat menimbulkan gejala alergi (immunological sensitive protein)

Sebagian besar asam amino telah diabsorbsi pada saat asam amino sampai diujung usus halus hanya 1% protein yang dimakan ditemukan dalam feses.Protein endogen yang berasal dari sekresi saluran cerna dan sel-sel yang rusak yang juga dicerna diabsorbsi.


C.     SEKRESI

Oleh suatu sebab absorbsi protein mungkin tidak terjadi secara komplit beberapa jenis protein Karen struktur fiika atau kimianya tidak dapat dicerna dan dikeluaran melalui usus halus tanpa perubahan.Disamping itu absorbsi asam amino bebas dan peptide mungkin tidak terjadi 100% terutama bila fungsi usus halus terganggu,seperti pada infeksi saluran cerna atau kehadiran factor-faktor anti gizi seperti lesitin atau protein yang mencegah terbentuknya tripsin dalam makanan,protein atau asam amino yang tidak dapt diabsorbsi ini masuk ke dalam usus besar.Dalam usus besar terjadi metabolisme mikroflora kolon dan produknya di keluarkan melalui feses teruama dalam bentuk protein bakteri.

D.    METABOLISME PROTEIN

Sejumlah besar asam amino dibentuk sebagi hasil pemecahan protein bila berisi kelebihan protein maka asam amino pada metabollisme dalam hati untuk mengeluarkan nitrogen,hanya karbohidrogen dan oksigen dapat digunakan untuk memproduksi panas dan energi.

Protein yang tidak mencukupi ada yang kehilanganpi seperti pada kelaparan bukan saja simpanan karbohidrat dan lemak yang dipakai habis tapi ada yang kehilangan protein tubuh terjadi pengecilan otot misalnya penderita kwasiokor.

Proses pencernaan metabolisme protein,meliputi :
o   Dalam lambung pepsi dan asam lambung (HCL) mengubah protein menjadi peptone,rennin menghasilkan kasein dari kasinogen dan pepsin dengan HCL mengubah kasein menjadi peptone
o   Dalam usus tripsin memecah protein dan peptone menjadi polipeptida,eripsin memecah polipeptida menjadi asam amino.Didalam darah asamamino membawa nitrogen dan zat belerang kesetiap sel dalam tubuh.Sel tubuh memisahkan asam amino yang usus setiap sel untuk perbaikan sel.

Hati memecahkan asam amino dari proses ini dibentuk urea bersenyawa dengan karbon dibebaskan untuk oksidasi.Produksi buangn hasil metabolisme protein didalam jaringan terdapat urea,asam urat dan kreatinin bahan ini disekresikan kedalam urin.

Protein tidak timbul didalam tubuh tetapi kelebihan disekresikan dalam urin.

v  Penggunaan protein untuk membentuk protein atau asam amino tidak sensual

Bila sel membutuhkan protein tertentu sel tersebut akan membentuknya dari asam amino yang tersedia.Bila sel membentuk asam amino tidak esensial tertentu untuk pembentukan protein,sel akan membuat dengan cara memecah  asm amino yang lain yang tersedia dan menggabungkan asam aminonya dengan unit-unit karbon frakmen yang berasal dari glukosa

v  Penggunaan asam amino untuk membentuk ikatan lain

Sel juga dapat membentuk ikatan-ikatan lain dari asam amino.Misalnya asam amino tirosin merupakan precursor pengantar saraf neuroepinefrin yang mengantarkan pesan-pesan saraf keseluruh tubuh.Tirosin dapat juga diubah menjadi melanin,yaitu pigmen tubuh atau menjadi tirosin,hormone yang mengatur laju metabolisme.Triptofan merupakan perkursor pengantar saraf serotain dan vitamin niasin.

v  Penggunaan asam amino sebagai energi

Walaupun fungsi utama energi adalah untuk pertumbuhan,bila mana tubuhkekurangan zat energi fungsi protein untuk menghasilkan energi atau untuk membentuk glukosa akan didahulukan.Bila glukosa atau asam lemak didalam tubuh terbatas,sel terpaksa menggunakan protein untuk membentuk glukosa dan energi.Glukosa dibutuhkan sebagai sumber energi sel-sel otak dan system saraf.Pemecahan protein tubuh guna memenuhi kebutuhan energi dan glukosa pada akhirnya akan menyebabkan kelemahn otot.Oleh karena itu,dibutuhkan konsumsi karbohidrat dan lemak yang cukup tiap hari sehingga protein digunakan sesuai fungsi utamanya,yaitu untuk membentuk sel-sel tubuh.Kelebihan asam amino dalam tubuh setelah terlebih dahulu melepas gugus NH2 nya melalui proses deaminasi,akan memasuki jalur metabolisme yang sama dengan yang digunakan oleh karbohidrat dan lipida.

v  Deaminasi asam amino

Deaminasi atau melepas gugus amino (NH2) dari asam amino akan menghasilkan sisa berupa ammonia dalam sel.Amonia yang bersifat racun akan masuk kedalam peredaran darah dan dibawa ke hati.Hati akan mengubah ammonia menjadi ureum yang sifat racunnya lebih rendah dan memgembalikannya ke peredaran darah.Ureum dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal dan urin.Ureum diproduksi dari asam amino didalam tubuh yang tidak digunakan dan dari pemecahan protein jaringan tubuh.

v  Penggunaan kelebihan protein untuk membentuk lemak

Dalam keadaan berlebihan,protein akan mengalami deaminasi.Nitrogen dikeluarkan dari tubuh dan sisa ikatan karbon akan diubah menjadi lemak dan disimpan didalam tubuh.Dengan demikian maka protein secara berlebihan dapat menyebabkan kegemukan.

v  Persediaan metabolic asam amino

Didalam tubuh tidak ada persediaan besar asam amino.Kelebihan asam amino untuk keperluan sintesis protein dan berbagai ikatan nitrogen bukan ikatan protein akan dimetabolisme.Akan tetapi didalam protein sel-sel ada persediaan metabolic asam amino yang berada dalam keseimbangan dinamis yang terdapat disetiap waktu diperlukan.Perubahan protein secara terus menerus pada orang dewasa diperlukan untuk memelihara persediaan asam amino untuk memenuhi kebutuhan segera asam amino oleh berbagai sel dan jaringan guna pembentukan protein.Jaringan yang paling aktif dalamperubahan protein adalah protein plasma,mukosa saluran cerna,pancreas,hati dan ginjal.Jaringan otot dan kulit biasanya tidak terlalu aktif.


AKIBAT KEKURANNGAN PROTEIN

Kekuranngan protein banyak terdapat dimasyarakat sosial ekonomi rendah.Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan kwashiorkor pada anak-anak dibawjah 5 tahun (balita).Istilah kwashiorkor pertama diperkenalkan oleh Dr.Cecily Williams pada tahun 1933 ketika ia menemukan keadaan di Ghona,Afrika.Dalam bahasa Ghona kwashiorkor artinya penyakit yang diperoleh anak pertama,bila anak kedua sedang ditunggu kelahirannya.Kekurangan protein sering ditemukan secara bersamaan dengan kekurangan energi yang menyebabkan kondisi yang dinamakn marasmus.Sindroma gabungan antara kedua jenis kekurangan ini disebut protein malnutrien/EPM atau kurang energi protein/KEP atau kurang kalori protein.Sindroma ini merupakan masalah gizi diIndonesia.


Ø  Kwashiorkor

Kwasiorkor lebih banyak terdapat pada anak usia 2-3 tahun yang terlambat menyapih srhingga komposisi gizi makanan tidak seimbang terutama dalam hal protein.Kwasiorkor dapat terjadi pada konsumsi energi yang cukup atau lebih.
Gejala :
1.      Pertumbuhan terhambat
2.      Otot-oto berkurang dan melenah
3.      Muka bulat seperti bulan (moonface) dan gangguan psikomotor
4.      Edeme terutama pada perut,kaki dan tangan merupakan cirri khas kwashiorkor dan kehadirannya erat berkaitan dengan albumin dalam serum
5.      Anak apatis,tidak ada nafsu makan,tidak gembira dan suka merengek
6.      Kulit mengalami depigmentasi,kering,bersisik,pecah-pecah dan dermatosis
7.      Luka sukar sembuh
8.      Rambut mengalami depigmentasi,menjadi lurus,kusam,halus dan mudah kootr (rambut jagung)
9.      Hari membesar dan berlemak,sering disertai anemia dan xeroftalmia.

Ø  Marasmus

Marasmus berasal ari kata Yunani yang berarti wasting/merusak.Marasmus pada umumnya merupakan penyakit pada bayi (12 bulan pertama).Karena terlambat diberi makanan tambahan.Penyakit ini terjadi karena penyapihan mendadak,formula pengganti ASI terlalu encer dan tidak hygienes atau sering terkena infeksi terutama gastroenteritis.Marasmus berpengaruh jangka panjang terhadap fisik dan mental yang sukar diperbaiki.

Marasmus adalah penyakit kelaparan dan terdapat banyak diantara kelompok sosial ekonomi rendah disebagian besar Negara sedang berkembang dan lebih banyak daripada kwashiorkor.
Gejala :
1.      Pertumbuhan terhambat
2.      Lemak dibawah kulit berkurang serta otot-otot berkurang dan melemah
3.      Berat badan lebih banyak terpengaruh dari pada ukuran kerangka,seperti panjang,lingkar kepala dan lingkar dada.
4.      Berkurangnya otot dan lemak dapat diketahui dari pengukuran lingkaran lengan,
Lipatan kulit daearah trisep,bisep,scapula dan umblikal
5.      Anak patis dan terlihat sudah tua
6.      Tidak ada edema tetapi pada kwashiorkor kadang-kadang terjadi perubahan pada kulit,rambut dan pembesaran hati
7.      Anak sering kelihaan waspada dan pembesaran hati
8.      Anak sering kelihatan waspada dan lapar
9.      Sering terjadi gastroenteritis yang diikuti oleh dehidrasi,infeksi saluran pernafasan,tuberculosis,cacinngan berat dan penyakit kronis lain
10.  Sering disertai defisiensi vitamin terutama vitamin D dan A


Akibat kelebihan protein

Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh.Makanan tinggi protein biasanya tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas.Diet protein tinggi yang sering dianjurkan untuk menurunkan berat badarn kurang beralasan.Kelebihan protein akan menyebabkan asidosis,dehidrasi,diare,kenaikan ammonia darah,kanaikan ureum darah dan demam.Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skrim atau formula dengan konsentrasi tinggi,sehingga konsumsi protein mencapai 6gr/kg berat badan.Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah dua kali angka kecukupan gizi (AKG) mutu protein.























2 komentar:

  1. protein sangat kita butuhkan,sehingga kita butuh asupan makanan yang mengandung protein secara cukup setiap saat,,,

    thanks infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupp......
      juga harus dengan makanan 4 sehat 5 sempurna

      Hapus

silahkan berkomentar dibawah ini .. .. . .