Kamis, 10 Mei 2012

HEMOROID / WASIR / AMBEIEN



v  Pengertian
·         Hemoroid adalah kumpulandari pelebaran satu segmen atau lebih ven-vena hemoroidales didaerah anurectal (buku kuliah ilmubedah;H.D. Jusi dan H.M. Dahlan)
·         Hemoroid adalah masa vaskuler yang menonjol kedalam lumen rectum bagian bawah atau daerah perianal (buku pedoman praktik keperawatan;sandra m.nettina).

v  ETIOLOGI
·         Herediter
·         Anatomi
·         Makanan
·         Pekerjaan
·         Psikis
·         Dilatasi pembuluh darah
·         Sering mengedan saat BAB,diare kronik
·         Infeksi
·         Pembedahan rectal (episiotomy)
·         Usia (kehilangan tonus otot)
·         Sering melakukan seks anal


v  KLASIFIKASI HEMOROID

Hemoroid terbagi atas 2 bagian,yaitu:
1.Hemoroid eksternus
Letaknya distal dari linea pectinea dan diliputi oleh kulit biasa yang merupakan benjolan,karena dilatasi vena hemoroidales.Biasanya benjolan ini keluar dari anus.Kalau penderita disuruh penderita mengedan,dapat dimasukkan kembali dengan cara menekan benjolan dengan jari.

2.Hemoroid internus
Letaknya proksimal dari linea pectinea dan diliputi oleh lapisankulit dari mukosa yang merupakan benjolan vena hemoroidales internus.

MANIFESTASI KLINIS
Tanda utamanya biasanya biasanya adalah pendarahan.Darah  yang keluar berwarna merah segar,tidak bercampur dengan feces dan jumlah bervariasi.Bila hemoroid bertambah besar maka terjadi prolaps.Kotoran menjadi tanda  hemoroid yang mengalami prolaps permanent.Kulit didaerah perianal akan mengalmi iritasi,pendarahan pada umumnya juga timbul pada waktu defekasi atau sesudahnya.Sering juga didapatkan adanya fraktur obstipasi defekasi yang keras yang membutuhkan tekanan intraabdominal yang tinggi dan penderita harus duduk berjam-jam dikakus.

Gejala-gajala hemoroid internus dibagi dalam 4 tingkat:
Tingkat I             : Pendarahan pasca defekasi dan pada anuskopi terlihat permulaan dari benjolan hemoroid.Varises satu atau lebih vena hemoroidales interna dengan gejala pendarahan berwarna merah segar pada saat BAB
Tingkat II            : Pendarahan/tanpa pendarahan,tetapise sudah defekasi terjadi prolaps hemoroid yang dapat masuk sendiri.
Tingkat III          : Pendarahan/tanpa pendarahan sesudah defekasi dengan prolaps hemoroid yang tidak dapat masuk sendiri,harus didorong dengan jari.
Tingkat IV          : Hemoroid yang terjepit dan sesudah reposisi akan keluar lagi.


PATOFISIOLOGI

*Mengedan terlalu lama                                                                      Dilatasi pada vena

*Kurang mengkonsumsi makanan                                                   Membuat BAB keras dan menimbulkan gangguan
  Yang berserat                                                                                                            pembuluh darah vena

*Kehamilan                                                                                                Terjadi penekanan pada pmbuluh darah

*Usia                                                                                                             mulai lemahnnya pembuluh darah

*Tidak adanya personal hgiene                                                         Infeksi pada kanal anal

                                                                Pendarahan

                                                                                                                                   Hemoroid



KOMPLIKASI
·        Pendarahan yang hebat
·        Abses
·        Fistula para anal
·        Fisura ani

Pendarahan yang tidak bisa dihentikan harus egera dilakukan tindakan bedah,penting untuk diketahui bahwa arteri dan vena iliaka interna sedangkan arteri dan vena rektalis (hemoroidales) berrasal dan mengalir kearteri dan vena masentrika inferior.Kita harus waspada bahwa pada pasien sirosis hepatic dpat terjadi ketinggian tekanan dalam fleksus venosus hemoroidales karena adanya aliran sentripetal melalui vena masentrika,yang akan membentuk semacam hemoroid yang mudah berdarah,dalam hal seperti ini tindakan hanya untuk menghentikan pendarahan.

Diet tinggi serat danhygiene anal adalah 2 hal yang penting untuk mencegah terjadinya peradangan yaitu proktitis yang dapat berkembang menjadi abses yang harus segera di insisi,karena pasien sangat kesakitan dengan obstipasi karena takut BAB.Sering kali berlanjut menjadi sustul fistel ani karena insisi yang kurang adekuat.Fistel ani dapat pula menjadi kronik atau hilang timbul,yang ditandai keluarnya cairan melalui fistel didaerah para anal sewaktu flatus.Fistulektomi harus dikerjakan dengan teliti karena kadang sudah menjadi terowongan yang bercabang,yang penting adalah jangan lupa membuang semua pseudomukosa yang membentuk fistel tersebut.

Fisura ani (koreng disaluran anus) berbentuk lonjong dari linea dentate samapi kepinggir anus.Biasanya disebabkan oleh robekan lapisan mukosa sewaktu BAB atau pada pasien paska bedah hemoroid.Pasien datang dengan rasa nyeri yang sangat didaerah anus,pendarahn terjadi sesudah BAB tetapi tidak banyak,pada inspeksi tampak secret berwarna keruh disekitar lliang dubur yang dapat menyebabkan rasa gatal.Diagnostic ditegakkan dengan membuka bokong perlahan-lahan dengan melihat adanya ujung fisura pada tepi anus dimana sering terlihat sesuatu tonjolan kulit yang berlebih.Spasme otot sfingter mempersulit pemeriksaan  colok dubur atau anuskopi,kerana itu pemeriksan dilakukan dengan narcosis.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.    Pemeriksaan colok dubur
Hemorid internus adalah lunak dan tidak dapat diraba dengan jari,kecuali bila sangat besar.Kalau sering prolaps selaput lender akan menebal.Bila ada koreng maka akan sakit sekali pada perabaan.Trombosis dan fibrosis pada perabaan padat dengan dasar yang lebar.

2.      Pemerikasaan anuskopi.
Dengan cara ini  kita dapat melihat hemoroid internus.Penderita dalam posisi litotomi.Anuskopi dengan penyumbatnya dimasukkan didalam anus sedalam mungkin,penyumbat diangkat dan disuruh bernafas panjang.Benjolan hemoroid akan menonjol pada anuskopi.Jika belum tampak benjolan,aka anuskopi ditarik sedikit keluar.Bila perlu penderita disuruh mengedan supaya benjolan kelihatan sebesar-besarnya.

Pada anuskopi dapat dilihat warna selaput lendir yang merah meradang atau perdarah.Banyaknya benjolan,tingkatnya,letaknya dan besarnya.Dan keadaan lain dengan anus harus diperhatikan misalnya : polip,fisura ani,atau tumor ganas.


PENATALAKSANAAN MEDIS
1.      Intervensi terapeutik
·    Diet tinggi serat untuk menjaga feses tetap lunak
·    Mandi dudk hangat untuk mengurangi nyeri dan mengurangi pembengkakan
·    Pengurangan prolaps hemoriid ekxternal secara manual atau pasien

2.      Intervensi farmakologis
  • Pelunak feses agar feses tetap lunak dan untuk mengurangi gejala
  • Medikasi supositoria anal 2-3 x sehari atau kompres witch hazel untuk mengurangi rasa gatal.


PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
1.      Perawatan panjang
·           Setelah trombosis atau pembedahan,bantu pasien dengan perubahan posisi yang sering menggunakan bantal penunjang demi kenyamanan
·           Berikan analgesic,mandi duduk yang hangat atau kompres hangat untuk mengurangi nyeri dan inflamasi
·           Pasang balutan witch-hazel pada area perianal atau krim anal atau supositoria jika diinstruksikan untuk mengurangi rasa tidak nyaman
·           Amati area anal pasca bedah akan adanya drainase dan pendarahan dan laporkan jika berlebihan
·           Berikan pelunak feses atau laksatif untuk membantu gerakan usus segera setelah pembedahan,untuk mengurangi resiko struk.

2.      Pendidikan pasien dan pemeliharan kesehatan
·          Ajari tentang hygiene anal dan tindakan untuk mengembalikan kelembaman untuk mencegah rasa gatal
·          Anjurkan untuk latihan teratur,diet tinggi serat dan asupan cairan yang adekuat (8-10 gelas/hari) untuk mencegah mengejan dan konstipasi yang dapat menimbulkan pembentukan hemoroid
·          Anjurkan tidak menggunakan laksatif secara teratur,feses yang lunak dan padat akan mendilatasi kanal anal dan menurunkan pembentukan strutur setelah pembedahan
·          Beruitahu pasien untuk menghadapi rasa yang berbau busuk selam 7-10 hari setelah cryodestruction
·          Tentukan kebiasaan defekasi normal pasien dan identifikasi factor-faktor predisposisi untuk mengajari pasien tentang mencegah kekambuhan gejala.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dibawah ini .. .. . .