Kamis, 10 Mei 2012

Fraktur / Patah Tulang


 FRAKTUR

PENGERTIAN

Fraktur adalah:-terputusnya kontinuitas tulang/jaringan tulang dan tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh trauma
-Putusnya kontinuitas tulang,tulang rawan epifis atau tulang rawan sendi

ETIOLOGI
            A.Trauma,(mis,pukulan langsung ,tertembak,dsb)
                Tebagi 2,yaitu:-trauma langsung (benturan pada tulang dan mengakibatkan fraktur ditempat itu
                                              -trauma tidak langsung (bilamana titik tumpu benturan dengan terjadinya fraktur berjauhan)
            B.Tanpa trauma
                Mis;fraktur phatologis,karena:-Osteogenesis imperfect
                                                                              -Osteoporosis
                                                                              -penyakit metabolic
                                                                              -infeksi tulang,tumor tulang

KLASIFIKASI FRAKTUR
1.Komplit/non komplit
    -Fraktur komplit                       : Garis patah melalui penampang tulang atau melalui korteks tulang
    -fraktur tidak komplit             : Garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang,seperti:
                                                              -Hairline fraktur (patah retak rambut)
                                                              -buckle fraktur,bila terjadi lipatan dari satu korteks dengan kompresi tulang spongiosa dibawahnya,biasanyapada distal radius anak-anak

2.Bentuk garis patah dan hubungannya dengan mekanisme trauma
    - Garis patah melintang         : Trauma angulasi/langsung
    - Garis patah oblingue            : Trauma angulasi
    - Garis patah spiral                   : Trauma rotasi
    - Fraktur kompresi                   : Trauma axial flexi otot pada tulang spongiosa
    - Fraktur ovulasi                        : Trauma tarikan otot pada tulang misalnya,fraktur patella

3.Jumlah garis patah
    - Fraktur kominutif                  : Garis patah lebih dari Satu atau saling berhubungan
    - Fraktur segmental                : Garis patah lebih dari satu tetapi tidak behubungan.bila 2 garis patah disebut bifokal
    - Fraktur multiple                     : Garis patah lebih dari satu tetapi pada tulang yang berlainan tempatnya,misalnya fraktur femur,fraktur tulang belakang.



4.Bergeser atau tidak
    - Fraktur undisplaced (tidak bergeser)        : Garis patah komplit tetapi kedua fragmen tidak bergeser,periosteumnya masih utuh
    - Fraktur displaced (bergeser)                        : Terjadi pergeseran fragmen fraktur yang juga disebut dislokasi fragmen tulang,dan terbagi 3;
                                                                                          a.dislokasi atau pergeseran searah sumbu dan overlapping
                                                                                          b.dislokasi ad axim (pergeseran yang membentuk sudut)
                                                                                          c.dislokasi ad latus (pergeseran dimana kedua fragmen tulang saling menjauhi).
5.Terbuka/tertutup
   
     Fraktur tertutup      : -BIla terdapat luka yang menghubungkan tulang yang fraktur dengan udara luar/permukaan kulit
    (simple)                         -terdapat hubungan antarafragmen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukaan kulit
                                                Ada luka,permukaan kulit diatas,sehingga baguan tulang yang patah berhubungan dengan udara.Akan tetapi tidak semua tulang yang patah terlihat atau menonjol keluar.
   Fraktur terbuka        : -Bila terdapat luka yang menghubungkan tulang yang fraktur dengan udara luar/permukaan kulit
    (kompleks)                   -tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar
                                              -tidak ada luka,permukaan kulit tidak rusak/masih utuh,sehingga bagian tulangyang patah tidak       berhubungan dengan udara.

Fraktur terbuka terbagi atas 3 derajat :
1. Derajat I
a)   Luka < 1 cm
b)  Kerusakan jaringan lunak sedikit,tidak ada tanda luka remuk
c)   Fraktur sederhana,transversal,oblik,kominutif ringan
d)  Kontaminasi minimal

2. Derajat II
a)   Laserasi >1 cm
b)  Kerusakan jaringan lunak,tidak luas,flap/avulsi
c)   Fraktur kominutif sederhana/sedang
d)  Kontaminasi sedang

3. Derajat III
Terjadi kerusakan jaringan lunak yang luas meliputi struktur kulit,otot,neurovaskuler,serta kontaminasi derajat tinggi.








TIPE-TIPE FRAKTUR
à   Green stick                   : Dimana salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya membengkok
à   Tranversal                     : Sepnjang garis tulang
à   Oblik                                : Fraktur membentuk sudut dengan garis tengah tulang (lebih tidak stabil disbanding transversal)
à   Spiral                               : Fraktur memutar seputar batang tulang
à   Kominutif                      : fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa bagian
à   Depresi                          : Fraktur dengan fragmen patahan terdorong kedalam (sering terjadi pada tulang tengkorak)
à   Kompresi                       : Fraktur dimana tulang mengalami kompresi  atau terjadi pada tulang belakang.
à   Patologik                       : Fraktur yang terjadi pada daerlah tulang
à   Epifisial                           : Fraktur melalui epifisial
à   Avulsi                              : Tertariknya fragmen tulang oleh lligamen atau tendon pada perlekatannya
à   Impaksi                          : Fraktur dimana fragmen tulang terdorong kef ragmen tulang lainnya.


MANIFESTASI KLINIS
ð Perubahan bentukan  (deformitas)
ð Nyeri dan kaku
ð Krepitus (Terdengar suara berderik pada daerah yang patah)
ð Pembengkakan local dan perubahan warna
ð Memar (echimosis)
ð  Ujung tulang terlihat
ð Hilangnya fungsi
ð  Terlihat berdenyut pada bagian badan yang tidak ada tulangnya


PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Ä    Radiograf dan studi pencitraan lain seperti pembidaian tulang untuk menentukan integritas tulang
Ä         Jumlah sel darah lengkap,serum elektrolit bila kehilangan darah dan kerusakan otot luas telah terjadi,dapat menunjukkan penurunan hemoglobin dan hematokrit
Ä    Atroskopi untuk mendeteksi keterlibatan sel,tindakan memvisualisasi interior rongga dengan memasukkan alat optic
Ä   Angiografi bila dikaitkan dengan cedera pembuluh darah
Ä   Konduksif,saraf dan elektomiogram untuk cedera saraf
Ä   Pemeriksaan radiologi








KOMPLIKASI
1.Awal  : 
-     Syok
-     Sindrom emboli lemak
-     Sindrom kompartemen
-     Infeksi
-     Tromboemboli
-     Koagulopati Intravaskuler  Diseminata (KID)
2.Lambat:
-     Penyatuan lambat atau tidak ada penyatuan
-     Nekrosis avaskuler tulang (kematian jaringan karena kehilangan asupan darah)
-     Reaksi terhadap alat fiksasi interna (pemasangan dan stabilisasi yang tidak memadai,kegagalan material,alat yang cacat atau rusak,alat yang berkarat).


PENATALAKSANAAN KEDARURATAN
@ Bila dicurigai terjadi fraktur dilakukan immobilisasi,pemasangan bidai,lalu dibebat
@ Pada fraktur terbuka perawatan luka dengan steril untuk mencegah kontaminasi pada jaringan yang lebih dalam


PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
-    Pantau terhadap hemoragik dan syok pada pasien dengan fraktur  berat;
a.Periksa tanda vital sesering mungkin yang diindikasikan oleh kondisi klinis,mengobservasi danya hypotensi,penignkatan nadi,kulit basa,.dingin dan gelisah.
b.perhatikan adanya bukti  hemoragik pada balutan atau pada wadah drainse.
-    Pantau terhadap adanya perubahan tiba-tiba/progresif pada status pernafasan yang dapat menunjukkan emboli paru
-    Pantau status neurovaskuler untuk kompresi saraf,penurunan sirkulasi,terjadinya sindrom kompartemen
-    Pantau terhadap terjadinya penyebab tromboflebitis dengan nyeri dan nyeri tekan pada betis,peningkatan ukuran dan rasa hangat pada betis
-    Pantau terhadap terjadinya infeksi.



PRINSIP PENANGANAN FRAKTUR
-    Reduksi fraktur                  : mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis (mengembalikan tulang pada posisi semula)
-    Immobilitas fraktur          : mengurangi pergerakan dan mempertahankan reduksi sampai terjadi penyembuuhan
-    Rehabilitasi                          : mempertahankan dan mengembalikan fungsi dan kekuatan normal yang terkena.
-    Reduksi terbuka                : dengan tindakan pembedahan,menggunakan alat fiksasi internal.




METODE MEMPERTAHANKAN IMMOBILITAS
*Alat eksternal:
-     Perban
-     Balutan
-     Pin dalam gips
-     Traksi
-     Fiksator eksternal
*Alat internal
-     Nail
-     Plat
-     Skrup
-     Kawat
-     Batang




UPAYA UNTUK MENGONTROL  NYERI
1.   Membidai dan mengontrol nyeri
2.   Melakukan perubahan posisi dengan perlahan
3.   Meninggikan ekstremitas yang cedera setinggi jaringan
4.   Memberikan kompres es bila perlu
5.   Memantau pembengkakan dan neurovaskuler




FAKTOR YANG MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN FRAKTUR
      i.      Immobilisasi fragmen tulang
    ii.      Kontak fragmen tulang maksimal
   iii.      Asupan darah yang memadai
  iv.      Nutrisi yang baik
    v.      Latihan pembebanan berat badan untuk tulang panjang
  vi.      Hormon-hormon pertumbuhanan,tiroid,kalsitonin,vitamin D,steroid anabolic.
 vii.      Potensial listrik pada pertahanan tulang

FAKTOR YANG MEMPERLAMBAT PERTUMBUHAN TULANG
      i.      Trauma local ekstensif
    ii.      Kehilangan tulang
   iii.      Immobilisasi  yang kurang memadai
  iv.      Infeksi
    v.      Keganasan local
  vi.      Penyakit tulang metabolic
 vii.      Radiasi tulang
viii.      Nekrosis avaskuler
  ix.      Usia (lansia sembuh lebih lama)
    x.      Kortikosteroid (menghambat kecepatan perbaikan)


PERKIRAAN WAKTU IMMOBILISASI YANG DIBUTUHKAN UNTUK PENYATUAN  TULANG
FRAKTUR
LAMANYA DALAM MINGGU
FALANG (JARI)
3-5
METAKARPALIA
6
KARPAL
6
RADIUS DAN ULNA
10-12
KLAVIKULA
6-10
VERTEBRA
16
PELVIS
6
FEMOR
24
HUMERUS
8-12
TIBIA
14-20
KALKANEUS
12-16
METATARSALIA
6
FALANG (JARI KAKI)
3



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dibawah ini .. .. . .